PROFIL SERTA BIO DATA PROF. SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO

PROFIL SERTA BIO DATA PROF. SUMITRO DJOJOHADIKUSUMO | Prof. Dr Sumitro Pernah lima kali menjabat sebagai menteri di masa Orde Lama dan Orde Baru. Begawan ekonomi yang ikut mendirikan Fakultas Ekonomi  Universitas Indonesia, ini iuga diangkat oleh PBB menjadi anggota “limaahli dunia” (group of rivezap experts). Dalam rangkaian perjuangan dan pengabdian kepada bangsa dan negaranya, ia juga pernan menjadi ‘penyelundup’ dan sempat` bergabung dalam PRRI / Permesta, bahkan menjadi ‘pelarian selama sepuluh tahun di luar negeri. Sumbangan Sumitro terhadap perkembangan ilmu ekonomi di Indonesia tidak diragukan lagi, ia berhasil mengenyam pendidikan hingga meraih doktor bidang ekonomi yang pada zamannya masih sangat sedikit jumlahnya.
Setamatnya dari Hogere Burger School (HBS), pria kelahiran Kebumen,Jawa Tengah, 29 Mei 1917, ini berangkat ke Belanda akhir Mei 1935. Dalam tempo dua tahun tiga bulan, Gelar Bachelor of Arts (BA) diraihnya, lni rekor waktu tercepat di Netherlands Schoolof
Economics. Ia Ialu melanjutkan studinya di Universitas Sorbonne, Paris.Dari Paris, Sumitro kembali ke Rotterdam, melanjutkan studi ekonomi.Gelar Master of Ans (MA) diraihnya tahun 1940. Sementara, usianya baru menjelang 26 tahun saat ia menyandang gelar doktor ilmu ekonomi.
Di usia masih sangat muda, 33 tahun, Sumitro diangkat menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian, Mei 1950. Pada 20 Maret 1951 Kabinet Natsir roboh. Kemudian, Ketua Senat FE-UI Suhadi Mangkusuwondo bersama mahasiswa FE·UI meminta Sumitro menjadi dekan, di mana ia adalah seorang pendiri Fakultas tersebut. Belum lama menjabat dekan, Sumitro diangkat menjadi guru besar ilmu ekonomi di FE-U1. Mulai tahun 1952, Sumitro diangkat menjadi Menteri Keuangan Kabinet Wilopo, Kabinet Wilppo-Prawoto (1952-1953). dan Kabinea Burhanuddin Harahap (1955-1956). Sesudah resmi menjadi presiden, Soehato menerima Sumitro di Cendana, 29 Mei 1968. Ia meminta kesediaan Sumitro membenahi ekonomi yang ambruk. lnflasi 600% Iebih, kala itu. Sumitro akhirnya dilantik sebagai Menteri Perdagangan pada 27 Maret 1968. Tanggal
6 Juni 1968 susunan menteri Kabinet Pembangunan I diumumkan. Selanjumya ia diangkat menjadi Menteri Negara Riset Nasional (Menristek) pada Kabinet Pembangunan II. Sekeluar dari kabinet tahun 1978, ia menjadi konsultan dan penulis buku. Gayanya yang ceplas~ceplos dan blak-blakan meniadi ciri khas. Prof. Dr Surmitro Djojohadikusumo memang selalu kritis. Setelah menjadi besan Presiden Soeharto pun ia tetap melancarkan kritik tajam terhadap jalannya roda pembangunan. Pada usia menjelang 84 tahun, Sumitro meninggal dunia Jumat (9/3/2001) pukul 00.00 di Rumah Sakit Dharma Nugraha, Rawamangun, Jakarta Timur karena penyakit jantung.

Diambil dari berbagai sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s