KUMPULAN CERITA SEBELUM TIDUR BURUNG BAGAU YANG SOMBONG





Burung apakah itu yang terbang tinggi di awang-awang,
Dengan leher, paruh, serta kakinya yang panjang?
Itu Pak Bangau yang terbang santai dan tenang memandang jauh menerawang.
Binatang lain tengah sibuk mencari makan,
Ditengah bentang sawah luas dan pematang
Tapi Pak Bangau terbang turun dengan sembarangan
“Dimana pun Boleh,” kata hati pak bangau Riang.
Sengan enaknya pak bangau mendarat di sawah
Tanah sawah basah dan banyak makanan.
Menjadikan burung di sekitarnya terbang riuh
Bahkan saling berebutan dan menyambar makanan
Pak Bagau yang berkaki panjang itu
Dengan lamban tapi pasti melangkah sepanjang sawah.
Dengan sombongnya melirik kekiri dan kekanan.
“Ah, hari ini sangat menyebalkan dan masih panjang” sambil menggerutu,
Berbagai macam jenis ikan berenang di dekatnya
Seekor ikan mas kecil dengan tenangnya bolak-balik di depan Pak Bangau
Tapi pak bangau dengan sombong hanya berdiam dan menatapnya
Dia bermaksud menunggu sampai banyak ikan yang datang pada dirinya
Tiba-tiba seekor katak gemuk meloncat di dekatnya
Tapi Pak Bangau hanya terdiam dan melihatnya
“Binatang jelek ini bukan makanan kesukaanku
Biarkan sajalah di dimangsa binatang lain saja”
Kemudian bermunculan ikan-ikan kecil
Tapi dengan angkuh pak Bangau males mamatuknya
Sehingga seekor burung cagak yang lincah dan cekatan
Menyambar sekumpulan ikan di dekat Pak bagau.
Lalu seekor tikus sawah tampak berlari-rali
Pak Bangau hanya melirik dengan matanya
“but apa memamakan binatang itu, bulunya yang kasar bisa membuat perut aku sakit”
Namun ditengah-tengah pematang sawah Pak Bangau di kejutkan
Ada seekor kadal merayap dengan warna badannya yang mengkilap
“Nah kalau binatang itu aku suka “ ujar Pak Bangau
“tapi kalau tidak salah binatang itu gerakannya sangat gesit”
Kalau kupatuk sepertinya tidak akan kena dan aku bisa malu
Maka dengan santainya kadalpun merayap menjauhi Pak Bangau
Begitupun belut sawah dengan tenangya melewati kaki Pak Bangau
Namun tiba-tiba “kenapa tidak kau makan belut itu?”  Tanya Pak Kerbau
“ Hi siapa yang sudi makan makhluk seperti itu” kata Pak Bangau
Bisa-bisa perutku sakit makan binatang sepeti itu
Lalu Pak kerbaupun berlalu. Kini rasa lapar mulai dirasakan Pak Bagau
Matahari pun mulai condong ke barat
Samapi sore hari Pak Bangau tetap berdiri di sawah
Kini Pak Bagau mulai resah dan penat di tambah perut yang kosong
Kini binatang bisa dia makan untuk mengisi perutnya sudah tidak ada.
Nah pelajaran dari inti cerita ini adalah jangan pernah kecewa atas apa yang didapat, hasrat terlalu tinggi untuk mendapatkan untung yang besar acap kali punah, lalu sesal pun datang kemudian,

sumber:andriwisnu.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s