PENYAKIT YANG MENYEBABKAN PISANG TERANCAM PUNAH

PENYAKIT YANG MENYEBABKAN PISANG TERANCAM PUNAH | Buah pisang sangat disukai banyak dari mulai bayi sampai lansia sangat menyukai buah ini, karena buahnya yang lembut sehingga mudah di cerna, sehingga baik untuk kesehatan, rasanya yang enak dan banyak macamnya menjadi alasan buah pisan gdi sukai semua kalangan. Pisang termasuk dalam sepuluh besar tanaman pangan dunia. Bahkan, pisang menjadi makanan pokok utama di beberapa daerah  tropis basah dan sub-tropis.
Pisang merupakan tanaman asli bagi Indonesia. Tanaman ini juga bagian penting dari wilayah di Asia Tenggara, Papua Nugini dan Australia bagian utara.
Peran penting pisang bagi kehidupan mendapat ancaman. Kasus kepunahan pisang berbeda dengan kasus kepunahan lain yang biasa disebabkan kehilangan habitat atau lingkungan. Pisang di Indonesia menghadapi ancaman yang sama dengan negara lain yakni serangan penyakit.

Kepunahan pisang disebabkan oleh penyakit berbahaya sebagai berikut:

– Black Sigatoka: penyakit titik hitam pada daun pisang yang disebabkan jamurMycosphaerella fijiensis (Morelet).

– 
Layu Fusarium (Tropical Race 4): penyakit layu vaskular yang disebabkan jamur Fusarium oxysporum (F. oxysporum). Inilah varian lain dari penyakit Panama yang mengancam pisang Asia. Penyakit ini menyerang perkebunan pisang Cavendish di Indonesia, termasuk Papua.

– Penyakit darah: penyakit ini kali pertama dilaporkan di Selawesi Selatan pada 1906. Penyakit ini menyebar ke Jawa Barat pada 1987. Sejak itu, penyakit yang mirip jenis baru penyakit Moko yang disebar oleh serangga. Penyakit ini membuat pohon pisang menghitam dan buahnya cokelat kemerahan.

– Puncak menonjol pisang: penyakit ini disebabkan virus Banana Bunchy Top (BBTV). Penularan penyakit ini disebabkan oleh vektor kutu, Pentalonia nigronervosa. Penyakit ini dianggap paling merusak ekonomi perkebunan pisang dunia. Pisang menjadi tanaman buah terbesar nomer empat di dunia, setelah anggur, jeruk, dan apel.

– Layu Xanthomonas: penyakit yang disebabkan bakteri Xanthomonas campestris pathovar musacearum. Penyakit ini sangat mudah menular dan membunuh tanaman serta membusukkan buah. Daun pisang akan berangsur menguning. Gejala pertama tampak pada busuk yang mengering. Buah akan matang tidak merata dan sebelum waktunya (prematur). Dalam waktu singkat, tanaman akan berubah cokelat dan mati.

Dampak berbahaya penyakit Tropical Race 4 (TR4) telah merusak pisang di Filipina dan Malaysia. Virus yang merusak puncak menonjol pisang telah menyerang di Malawi.
Ancaman penyakit ini berusaha untuk ditangani. Tapi, obat tidak mempan untuk beberapa penyakit tertentu. Kontrol dengan zat kimia tidak bisa menyembuhkan layu Fusarium, penyakit darah, dan puncak menonjol. Obat biologis tidak dapat menahan serangan Sigatoka hitam, penyakit darah, dan pucuk menonjol.
Ada lagi dua langkah yang telah dicoba untuk mencegah kepunahan pisang. Pengembangbiakan konvensional dilakukan untuk peningkatan ketahanan dan kualitas buah. Tapi, sangat sulit diterapkan. Langkah ini untuk mencari pengganti jenis pisang paling populer, Cavendish atau Ambon putih. Ini untuk mengatasi kekurangan keragaman hayati dari pisang.
Modifikasi genetika menjadi langkah yang  dilakukan saat ini untuk penyelamatan pisang dari kepunahan. Inilah upaya yang dilakukan oleh tim peneliti Profesor Dale.   

“Dengan bangga saya menyambut Profesor Dale ke Indonesia, yang karyanya menunjukkan keunggulan sains yang kita miliki di Australia,” kata Kuasa Usaha Australia, Dr David Engel.
“Saya berharap penelitiannya akan menginspirasi para sarjana, ilmuwan pertanian, dan teknologi makanan dari Indonesia, dan memperkuat kerjasama penelitian mereka dengan Australia,” imbuhnya pada pernyataan tertulis dari Kedutaan Besar Australia.
Profesor James Dale menjabat sebagai Direktur Pusat Tanaman Tropis dan Biokomoditas di Queensland University of Technology. Programnya menggabungkan Bioteknologi Tanaman Tropis, Pusat Syngenta untuk Pengembangan Bahan Bakar Hayati Tebu dan Penelitian dan Inovasi Gula (SRI).
Pada tahun 2004, Profesor Dale memperoleh medali penghargaan Order of Australia (AO) dari Pemerintah Australia untuk jasa-jasanya kepada bioteknologi pertanian.  Pada 2008, Profesor Dale ditunjuk sebagai Distinguished Professor kedua untuk Queensland University of Technology.
sumber:kompas.com


Artikel Terkait
Jejak gempa terbesar ada di pulau jawa dan sumatera
Membandingkan antarta gen simpanse dan manusia
Bapak penemu teknologi masa lalu
Jenis hiu terbesar yang masih ada
Penemuan berharga bangasa Cina jaman dahulu
Ilmuwan Israel tanam ganja tanpa efek memabukan
Indonesia menjadi 10 negara yang akan di hantam asteroid
Solusi DP tinggi untuk kredit kendaraan
Mengenal kelemahan pada ponsel android




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s