KISAH MISTIK SERTA MISTERI GUNUNG SALAK, Cerita Pengalaman Mistik Tim Sar Sukhoi di Gunung Salak Bogor

KISAH MISTIK SERTA MISTERI GUNUNG SALAK, Cerita Pengalaman Mistik Tim Sar Sukhoi di Gunung Salak Bogor | Tragedi Kecelakaan pesawat Sukhoi di Gunung Salak, Bogor, Jawa Barat, masih terus mengundang tanya berbagai analisa dikeluarkan mengenai kecelakaan pesawat sukhoi super jet 100 yang mempunyai sensor teknologi canggih, sensor canggih tersebut mampu membawa pesawat Sukhoi SuperJet 100 menghindari obyek atau tebing didepannya secara otomatis, tapi kenapa saat melewati Gunung Salak Bogor, pesawat tersebut seolah tidak berdaya dengan telak menubruk tebing, sehingga hancur berkeping-keping, kecelekaan sukhoi di Gunung Salak tidak lepas dari bumbu-bumbu mistis yang menyelimuti di Gunung Salak Bogor, yang konon katanya sebagai tempat Sri Baduga Prabu Siliwangi menimba ilmu untuk mendaptkan kesaktiannya, selain itu juga menurut penjelasan masyarakat sekitar bahwa Gunung Salak adalah merupakan kerajaan Siluman.
Terlepas dari itu semua ada beberapa kisah mistis yang dialami sejumlah relawan yang membantu proses evakuasi kecelakaan pesawat asal Rusia itu mengaku mengalami berbagai peristiwa unik berbalut misteri selama berada di kawasan Gunung Salak.

“Pernah tim kami mendengar suara tangisan perempuan saat melewati jalur Cimelati pada malam hari. Namun, saat didekati sumber suara ternyata tidak ada apa-apa,” kata salah satu anggota Tagana Kota Bogor, Jawa Barat, bernama Darga, Ia mengakui, meskipun pengalaman tersebut bersifat mistis dan tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara logika, dirinya dan Tim Tagana lain mendengarkan hal sama selama beberapa malam berturut-turut. Darga mengisahkan, pengalaman unik lainnya adalah menyusuri jalur-jalur terjal di Gunung Salak yang sangat menguji nyali. Namun, tim mereka menganggap hal tersebut suatu tantangan tersendiri.
Anggota Tanaga lainnya, Dede, juga punya pengalaman unik saat menjadi bagian tim evakuasi korban pesawat yang menelan puluhan nyawa orang tersebut. Pengalaman unik yang ia dan timnya alami adalah berjalan dari Puncak Salak satu ke lokasi evakuasi di bawah dengan sangat cepat.

“Menurut tim lain yang berjalan di belakang kami, tim kami berjalan sangat cepat. Bahkan tiba di lokasi dengan perbedaan waktu satu jam dibanding tim di belakang kami dengan waktu keberangkatan yang hampir bersamaan, padahal tim kami berjalan sangat lambat,” kisah Dede.

Terus kisah regu SAR yang pertama diterjukan  ke Gunung Salak menceritakan kisahnya saat di ketinggian 1.700 kaki, pos yang tidak jauh dari titik jatuhnya pesawat sukhoi, sabtu dini hari 12 Mei 2012 kesembilan anggota regu tim lainya bermimpi aneh ketika sedang tidur “secara bersamaan mereka mengalami mimpi basah” dari cerita yang mereka utarakan awalnya mereka bermimpi disambut oleh wanita cantik di sebuah rumah di puncak Gunung Salak Serta menyuguhi merekan minum, setelah itu mereka diminta beristirahan dirumah tersebut dan ditemani para wanita cantik, lalu mereka dicumbuinya layaknya suami istri.

Cerita lain adalah ketika Tim SAR diminta tidak melanggar pantrangan oleh penduduk sekitar saat di Gunung Salak, salah seorang Tim memetik bunga anggrek saat pulang , seharian mereka tidak bisa menemukan jalan pulang dan terus berputar-putar disekitar puncak gunung salak, ketika bunga tersebut disimpan kembali di salah satu tempat, setelah isya baru mereka menemukan jalan pulang yang anehnya arah jalan yang menuju pulang tersebut telah berulang kali mereka lewati, ternyata jalan pulang tersebut hanya terhalang ranting saja, selain itu tim juga sewaktu menuju pulang bertemu dengan seorang nenek yang telah bungkuk di salah satu padang hanya mengenakan pakaian tipis, ketika ditanya oleh tim dia hanya menjawab “sedang jalan-jalan saja” dia menolak diantar pulang ke kaki gunung, dan Ketika ditanya tempat tinggalnya si nenek menjawab ” tempat tinggal nenek disini, nenek merasa betah tinggal di Gunung Salak karena tiap malam Gunung Salak  Sangat Ramai, salain itu banyak sekali orang-orang yang memberi dia makan” sambil tidak menjelaskan siapa yang dimaksud si nenek orang-orang yang memberi dia makan tersebut, yang anehnya lagi si nenek tersebut mempunyai logat jawa yang sangat kental, padahal di lingkungan Gunung Salak mayoritas berbabhasa Sunda, sambil menyimpan segudang tanya dan keanehan timpun meningggal kan si nenek tua itu.

Meski demikian, Tim SAR yang ikut mengevakuasi menyatakan petualangan membantu proses evakuasi adalah misi kemanusiaan yang sangat berharga dan membuat mereka sangat bersyukur terlibat di dalamnya. “Kami sangat senang bisa ikut bagian dalam membantu proses evakuasi, tim lainnya yang ikut dalam evakuasi juga sangat luar biasa dan memberi inspirasi kepada kami,” katanya.
Di tempat terpisah, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, Rabu siang, memimpin upacara pemberian penghargaan bagi para relawan yang berjasa dalam proses evakuasi korban kecelakaan pesawat Sukhoi Super Jet 100. Upacara tersebut dilakukan di Bandara Halim Perdanakusuma Rabu siang dan dihadiri seluruh elemen tim evakuasi pesawat Sukhoi.

Diambil dari berbagai sumber
Artikel Terkait




Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s