DAMPAK NEGATIF PENUNDAAN KENAIKAN HARGA BBM, Defisit Menjadi Efek Dari Penundaan Kenaikan BBM

Danpak negatif penundaan kenaikan BBM , Defisit menjadi dampak penundaan kenaikan BBM |    Kebijakan pemerintah menaikan harga BBM karena ditariknya subsidi, banyak sekali protes dari masyarakat luas dari mulai, mahasiswa, pengusahan jasa angkutan sampai DPR, semuanya kontra atas kenaikan BBM, kebijakan pemerintah menaikan BBM karena beban yang sangat berat serta hutang negara yang tembus 2000 triliun akan terus membengkak, disisi lain akan banyak sekali masyarakat luas yang akan terbebani dengan kenaikn BBM ini, karena biasanya diikuti tren kenaikan harga di berbagai sektor, tanpa terkecuali,sedangkan pendapatan masyarakta tidak bertambah, tapi disisi lain pemerintah terbebani dengan biaya subsidi BBM yang sebenarya lebih banyak dimanfaatkan oleh masyarakat kelas menengah atas. Walaupun kenaikan BBM ditunda sementara waktu, namun Bank Dunia mulai mewanti-wanti dampak buruk dari penundaan kenaikan harga BBM bersubsidi, salah satunya adalah melebarnya defisit.

Bank Dunia memperkirakan defisit bisa melewati angka 3,1 persen jika harga BBM bersubsidi tidak dinaikkan sepanjang tahun ini. Prediksi defisit dari Bank Dunia sebesar 3,1 persen ini jauh melampui angka defisit yang ditetapkan dalam APBN-P sebesar 2,23 persen.”Jika tidak ada kenaikan BBM bersubsidi, belanja defisit bisa mencapai Rp269 triliun atau 3,1 persen dari PDB,” tutur Kepala Ekonom Bank Dunia Shubham Chaudhuri saat memaparkan kajian ‘Indonesia Economic Quarterly’, di Jakarta, Rabu (4/4/2012).Shubham menambahkan pembengkakan subsidi didorong besarnya belanja subsidi yang harus dikeluarkan pemerintah. Terlebih, jika harga ICP terus melambung pada angka USD120 per barel tapi rata-rata enam bulan berjalannya tidak memenuhi batas ketentuan.

Sebagai informasi, berdasarkan pasal 7 ayat 6A, pemerintah hanya bisa menaikkan harga BBM bersubsidi bila harga rata-rata ICP selama enam bulan berjalan  melampui 15 persen dari ICP yang ditetapkan dalam APBN-P (USD105) atau melampui USD120,75. “Defisit bisa menjadi 2,5 persen jika pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM bersubsidi pada kuartal ketiga,” imbuhnya.Bank Dunia mengingatkan anggaran subsidi BBM masih sangat besar dibandingkan dnegan anggaran untuk masyarakat miskin. Pada 2011, misalnya, pemerintah menghabiskan 2,2 persen anggaran untuk subsidi dan hanya 0,5 persen untuk program bantuan sosial. Bandingkan dengan India dan Brasil yang menghabiskan masing-masing 2,2 persen dan 1,4 persen anggarannya untuk bantuan sosial.
Selain merevisi defisit, Bank Dunia juga mengoreksi pertumbuhan Indonesia hanya  berada pada level 6,1 persen. Prediksi ini lebih rendah dari perkiraan Bank Dunia sebelumnya sebesar 6,2 persen. 

sumber:okezone.com

Baca Juga : memanfaatkan sampah jadi sumber energi| jumlah hutang negara RI| dirjen pajak diperketat| situs pembunuh bayaran| efek penyatuan zona waktu Indonesia| 10 tren gaya rambut terbaikpenyebab tejadinya perselingkuhan| wanita ini melahirkan dalam air| sejarah fungsi laporan keuangan| analisa fundamental | usaha menjanjikan bebek dan entog| puluhan juta dari bisnis sukun| pendistribusian BBM Indonesia tersulit di dunia| PLN akhiri masa monopolinya| Xbox 760 game konsol power full| efek minum kopi pada ibu hamil| 5 mitos saat wanita datang bulan| mencegah kanker denga pola makan sehat| 10 cara menjadi dokter bagi diri sendiri| manfaat menghirup napas dalam-dalam| kenali 7 gejala penyakit serius| yoghurt selain enak juga menyehatkan| 5 vitamin sahabat kulit| daftar orang terkaya di dunia| sejarah penyebaran virus flu burung| mengetahui kesehatan ginjal lewat urine| metode pengobatan timur vs barat| alasan obat herbal dipilih| pertolongan pada keracunan| komplikasi yang diakibatkan diabetes 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s