PARA JAKSA YANG TERKAIT KASUS SUAP DAN KORUPSI, Jaksa Yang Terlibat Kasus Suap

Mendadak berita ramai, Headline berita harian banyak memberitakan jaksa dibacok oleh aktivis LSM yang anti korupsi di pengadilan Tipikor Bandung Jawa Barat, mungkin ini bukti kekesalan masyarakat terhadap para jaksa yang korup, walaupun tindakan pembacokan ini tidak bisa dibenarkan, tapi mungkin ada bagusnya juga sebagai shock terapi bagi para jaksa nakal lainnya, Saya yakin masyarakat Indonesia termasuk saya berharap dengan kejadian yang dilakukan DS (red. inisial pembacok jaksa sistoyo) memberikan keberanian lebih bagi para aparat penegak hukum untuk meringkus para koruptor, di bawah ini 5 jaksa yang tersangkut suap atau korupsi:
1.    Urip Tri Gunawan (Pelopor)


Jaksa pertama yang mungkin mengawali “era” jaksa nakal adalah Urip Tri Gunawan. Kasus yang dimunculkan oleh jaksa ketua penyidikan kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bantuan Indonesia) untuk BDNI (Bank Dagang Negara Indonesia) ini telah membuka borok besar di tubuh Kejaksaan Agung. Pasalnya, Urip ditangkap karena telah menerima suap senilai 660 ribu dolar AS dari Artalyta Suryani (pengusaha yang terlibat dalam kasus ini, dan Rp. 1 miliar dari mantan Kepala BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Indonesia) Glen Yusuf. Alhasil, pada akhir 2008 Urip Tri Gunawan divonis hukuman 20 tahun dan denda 500 juta dengan subider 1 tahun kurungan.


2.    Muhammad Salim (Nakal dan Baru Naik Pangkat)


Jaksa nakal kedua adalah yang pernah terkait dalam kasus Artalyta Suryani atau Ayin. Ayin selama persidangannya pernah menyinggung nama Muhammad Salim dan hal ini membuatnya mendapatkan sanksi dan menjalani beberapa penyelidikan. Hal ini membuat Salim mendapatkan catatan merah di mata masyarakat, khususnya pengamat hukum.
Namun, awal tahun ini mantan atasan Urip Tri Gunawan ini malah dilantik sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Barat. Tentu saja hal ini banyak menuai respon negatif dari masyarakat. Sudah pernah dapat sanksi, kok malah dipromosikan. Terlepas dari itu, pihak Kejaksaan Agung menyatakan bahwa Muhammad Salim telah memenuhi kriteria dalam pengangkatan pangkat tersebut. Ok, masyarakat akan selalu melihat.


 3.   Dwi Seno Wijanarko (Trendy, Glamor, Terbaik)  

Mantan Jaksa fungsional Kejari Tangerang ini ditangkap pada akhir 2011 oleh KPK atas pemerasan dan penyalahgunaan wewenang terhadap salah satu pegawai BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Pria yang biasa disebut Seno ini divonis 1,5 tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidanan Korupsi (Tipikor) tanggal 19 September 2011. Selain itu, pria berumur 38 tahun yang selalu berpenampilan trendy dan mewah ini wajib membayar denda Rp. 20 juta.
Mantan Jaksa penyandang gelar jaksa intelijen terbaik ini terbukti melanggar pasal 12A Undang – undang Nomor 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang – undang Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

4.    Cirus Sinaga (Pemburu Rusa)

Yang ketiga adalah jaksa non-aktif yang pernah menangani kasus Antasari Azhar. Salah satu masalah dari penggemar berburu ini adalah bahwa ia pernah memberikan tuntutan hukuman mati terhadap mantan Ketua Komisi Pemberantas Korupsi tersebut pada awal tahun 2010. Tuntutan tersebut dinilai para pengamat hukum terlalu tinggi untuk kasus Nasrudin Zulkarnaen yang dianggap masih diselimuti kontroversi. Tim pengacara Antasari sendiri menuding mantan pemimpin Jaksa Pentuntut Umum ini beserta rekan-rekannya telah membuang fakta yang terungkap di persidangan tersebut.
 Masalah kedua terjadi pada akhir 2011, terkait kasus mafia pajak Gayus Tambunan, koruptor milyaran dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Indonesia. Cirus dijatuhkan hukuman lima tahun penjara dan denda Rp. 150 juta subsider tiga bulan kurungan karena telah menghilangkan salah satu pasal untuk terpidana kasus Gayus ini. Perbuatan itu dilakukan Cirus dengan sengaja tidak mencantumkan pasal korupsi dalam rencana penuntutan terhadap tersangka Gayus Tambunan dengan berkas perkara nomor Pol. BP/41/X/2009/Dit.II Eksus tanggal 2 Oktober 2009. Akibat perbuatan tersebut, kasus Gayus diarahkan ke tindak pidana penggelapan uang, bukan tindak pidana korupsi.

5.    Sistoyo (Jaksa Bacok)

Nah, ini dia bintang utama kita saat ini yang kena bacok tanggal 29 Februari oleh pria berumur 44 tahun bernama Deddy Sugarda di Kejaksaan Negeri Cibinong, Jawa Barat. Sistoyo diberikan terapi kejut ala Deddy usai menjalani sidang kasus dugaan suap senilai Rp. 100 juta. Alhasil, kasubag pembina bagi para jaksa di KN Cibinong ini dirawat di rumah sakit Halmahera karena mengalami luka 11 jahitan.
Sistoyo ditangkap penyidik KPK 21 November tahun lalu. Didalam mobilnya petugas menemukan uang tunai 99,9 juta rupiah yang diduga kuat merupakan uang suap dari Edward dan Anton Bambang dengan maksud agar Sistoyo meringankan tuntutan bagi kedua pengusaha tersebut.

Tapi sampai kini hingga kasusnya masuk ke pengadilan, Sistoyo tetap bersikeras ia tidak melakukan penyuapan, sebagai dituduhkan penyidik KPK. 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s