PERPUSTAKAN TERCANGGIH DI DUNIA Joe and Rika Mansueto Library, TANPA BUKU Dan Format Digital

Minat membaca bagi masyarakat yang tinggal di negara maju sangat tinggi, mereka haus akan informasi dan ilmu pengetahuan, minat baca di negara berkembang khususnya di indonesia masih sangat rendah masih di bawah 20%, karena budaya membaca masih kurang di tanam sejak dini kepada anak-anak.
Perpustakaan di negara maju selalu ramai pengunjung, ini merupakan indikator minat baca yang cukup tinggi, Tiap tempat membaca untuk umum atau perpustakaan berlomba mendesain tempat senyaman mungkin.  


Tidak tertinggal dengan perpustakaan tercanggih di dunia ini. Sudah sewajarnya, perpustakaan dihuni puluhan ribu koleksi buku guna memudahkan penggalian ilmu pengetahuan. Namun, hal tersebut tidak terjadi di gedung perpusatakaan ini.

Gedung yang berbentuk kubah dari kaca tersebut hanya diisi oleh barisan bangku dan meja, serta beberapa slot pada dinding berbahan metal yang bisa dibuka-tutup tersebut, tidak memajang buku koleksi mereka dengan lemari super besar.

Perpustakaan dengan nama Joe and Rika Mansueto Library, yang didaulat sebagai perpustakaan tercanggih se-dunia, tidak mentransformasi buku ke dalam format digital, pun bukan tidak punya koleksi buku dari beberapa jaman, tetapi buku-buku tersebut disimpan di dalam tanah.

Lalu, untuk meletakkan dan menaruh buku semuanya dikerjakan dengan komputer dan robot. Demikian yang disitat dari situs Otakku, Selasa (10/1/2012).

Tempat penyimpanan buku tersebut terletak di dalam tanah dengan tingggi ruangan setara dengan lima lantai dan semua buku disimpan dalam rak raksasa. Dengan total sekira 3,5 juta buku.

Semua buku disimpan dalam sebuah wadah yang bisa menyimpan 100 buku dan wadah tersebut diletakkan di rak raksasa tersebut dimana sebuah robot akan mengambil atau  meletakkan buku berdasarkan sistem barcode.

Untuk meminjam buku, Anda bisa melakukannya secara online melalui komputer. Kemudian, buku akan keluar ke meja khusus dalam waktu sekira lima menit saja.

Cara ini tentu saja bukan hanya lebih mudah dalam hal meletakkan dan mengambil buku, tetapi sekaligus bisa hemat ruang. Sehingga gudang buku ini bisa menyimpan tujuh  kali lebih banyak dibandingkan perpsutakaan dengan ukuran yang sama.

Kecanggihan tersebut tentu saja dibarengi dengan harga yang fantastis. Perpustakaan ini menghabiskan dana sekitar USD81 juta atau sekira Rp740 miliar.

Sementara untuk nama perpustakaan Joe Mansueto dan Rika Yoshida diambil dari nama alumni dari Chicago University yang telah menyumbang uang sebesar USD25 juta atau setara dengan Rp228 miliar sebagai rasa terima kasih kampus terhadap kedermawanan mereka (sumber:okezone)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s