VIDEO YOTUBE MU TUNTASKAN DENDAMNYA Kepada Menchester City

 Kota Manchester kembali memanas jelang derby Manchester City kontra Manchester United di babak 16 besar FA Cup. Aroma permusuhan kembali membelah kota menjadi dua kubu, biru dan merah. Julukan ‘tetangga yang berisik’ dari Sir Alex Ferguson sukses diterjemahkan menjadi ‘tetangga yang memusingkan’ oleh Roberto Mancini.
Ya, Manchester City dan Manchester United akan kembali bentrok di Etihad Stadium, Minggu 8 Januari 2012, untuk memperebutkan satu tiket ke delapan besar Piala FA. Kedua kubu tampak optimistis menatap duel penuh gengsi ini setelah sama-sama mempunyai catatan bagus di ajang ini.
Dalam lima pertandingan terakhir di FA Cup musim ini, ManCity tak pernah sekalipun kemasukan gol. Sedangkan MU telah memenangkan lima pertandingan FA Cup yang digelar di luar kandangnya. Dan dalam 160 pertemuan keduanya, MU masih dominan dengan 66 kemenangan, 50 kali imbang dan 44 kali menelan kekalahan.
Namun, The Red Devils kini pantas waspada, bahkan cemas. Dalam tiga pertemuan terakhir di semua ajang, ManCity justru tampil lebih dominan dengan dua kemenangan dan hanya sekali kalah. Terakhir, MU berhasil dibantai ManCity dengan skor telak 1-6 di Old Trafford pada Oktober 2011 lalu. Dengan catatan, di dua kekalahan itu, MU harus kehilangan pemain karena dikeluarkan wasit.
Tapi, ManCity tak datang dengan kekuatan terbaiknya. Toure bersaudara, Yaya Toure dan Kolo Toure, harus absen karena akan membela negaranya, Pantai Gading di Piala Afrika 2012. Padahal peran Yaya Toure dianggap tak tergantikan di ManCity. Mancini kemungkinan besar akan menempat Nigel De Jong sebagai pengganti Yaya Toure.
Di barisan depan, Mancini tampaknya akan kembali menduetkan Sergio Aguero dengan Edin Dzeko.  Sebab, Dzeko juga punya catatan bagus saat bersua Iblis Merah. Musim ini, Dzeko telah mencetak tiga gol ke gawang MU dan menjadi alasan tepat Mancini mencadangkan Mario Balotelli.
Sebaliknya, MU tampaknya akan datang dengan kekuatan terbaik meski harus tetap minus bek Nemanja Vidic karena cedera panjang. Wayne Rooney, Javier Hernandez, hingga Anderson siap membalas dendam kekalahan mereka di Old Trafford lalu.
ManCity Bidik Hattrick Kemenangan di Derby Manchester
Kubu ManCity lewat manajernya, Roberto Mancini, mengaku optimistis akan mampu memberikanhattrick kekalahan beruntun pada MU di Derby Manchester. “Setelah dua kekalahan, mungkin dengan satu lagi akan menjadi sebuah masalah. Tapi saya masih berpikir mereka sangat kuat,” kata Mancini dilansir tribal, Jumat 6 Januari 2012.

“Saya tidak ingat kapan saya mengalami tiga kekalahan secara beruntun. Ferguson telah memenangkan banyak trofi tapi ada beberapa periode ketika Anda mempunyai masa sulit, saat pemain-pemain cedera,” tambah Mancio.

Namun Mancini dan para punggawa The Citizens sepakat jika MU adalah tim dengan tradisi juara. Dan mental juara yang dimiliki Wayne Rooney dan kawan-kawan sewaktu-waktu dapat menggagalkan ambisi The Citizens meski pernah diporak-porandakan.

“Setelah satu atau dua kekalahan, hal itu tampaknya tak pernah terjadi. Mereka mulai bermain kuat lagi. Seperti setelah kekalahan mereka dari kami, mereka mampu memenangkan delapan dari sembilan pertandingan. Untuk alasan inilah mereka selalu berbahaya,” lanjut Mancini.

Hal senada diungkapkan kiper utama The Citizens Joe Hart kepada The Sun. “Ini bagus untuk fans kami agar mereka selalu mengingat akan kemenangan kami melawan Manchester United, dan mereka boleh bangga akan hal itu. Tapi, buat kami para pemain, hal itu sudahlah berlalu. Dan kami harus terus melihat ke depan dan fokus dengan pertandingan yang akan berlangsung Minggu nanti.”

ManCity Tak Sekedar Tetangga yang Berisik

Ferguson sendiri tampaknya mulai menyadari jika The Citizens kini telah berevolusi dari tetangga yang berisik menjadi tetangga yang memusingkan. Karena itu, Ferguson meminta pasukannya plus suporter MU untuk terbiasa terseret dalam panasnya Derby Manchester.

“Hal tersebut membuat kami dan suporter kami harus melihat hal ini dan harus terbiasa, karena mereka (Manchester City) tak akan pergi ke mana pun,” kata Ferguson.

“Kami bermain melawan mereka di semifinal tahun lalu dan setahun sebelumnya. Kami bedua berada di Europa League tahun ini, dan sekarang kami bertemu mereka di Piala FA. Maka kami harus terbiasa dengan fakta bahwa ManCity akan menjadi penantang kami di semua kompetisi,” lanjut Fergie.

Karena itulah Ferguson tak mau lagi gegabah untuk memandang remeh Si Biru Langit. Sebab, The Citizens sewaktu-waktu dapat memberikan tamparan kepada MU. ManCity saat ini juga mampu mengangkangi MU di klasemen sementara Premier League. MU kini tertinggal tiga poin dari saudara mudanya itu.

“Ini undian Piala FA yang sulit bagi kami, namun juga akan menjadi sulit bagi mereka,” tegas Ferguson.
Soal prestasi, tentu MU jauh lebih mentereng dari saudara mudanya itu. MU saat ini tercatat sebagai klub tersukses di pentas Premier League dengan torehan 19 gelar. Bandingkan dengan The Citizens yang hanya dua kali menjadi juara. Itu pun jaman dulu yakni pada 1937 dan 1968.

Ditambah berbagai trofi di ajang lain seperti Champions League, FA Cup dan Piala Liga, Iblis Merah tetap jauh mengkilap dibanding pasukan Biru Langit. Maka tak heran dalam beberapa dekade, ManCity seakan hidup di bawah bayang-bayang kebesaran MU.

Namun, dalam satu dekade terakhir tepatnya pada 2001, ManCity mulai menggeliat. Adalah sang pemilik saat itu, David Bernstein yang mencoba mengeluarkan ManCity untuk lepas dari bayang-bayang MU. Meski sempat terlempar kembali ke Championship selama semusim, namun The Citizens terus berbenah.

Kerja keras ManCity sebenarnya mulai terlihat pada musim 2002-2003. Saat masih bermarkas di Maine Road, The Citizens pernah sukses menaklukkan MU di Derby Manchester dengan skor 3-1. Ini sebuah prestasi besar setelah 13 tahun The Citizens tak pernah menang melawan tim sekotanya itu.
Tak hanya itu, ManCity juga untuk kali pertama setelah 25 tahun mampu tampil di pentas Eropa (Europa League). Dendam ManCity kepada MU diteruskan sang pemilik baru Thaksin Shinawatra yang mengakuisisi klub pada Juni 2007. Namun mantan perdana menteri Thailand ini akhirnya menjual sahamnya satu tahun kemudian.
Tak bisa dipungkiri jika kedatangan Abu Dhabi United Group yang dimiliki Sheikh Mansour bin Zayed Al Nahyan pada 2008 paling berpengaruh terhadap perjalanan The Citizens dalam beberapa musim terakhir. Sheikh Mansour langsung mencoba mewujudkan ambisi klub dan fans The Citizens dengan gelontoran uangnya.

Beberapa pemain kondang dikumpulkan di City of Manchester Stadium yang musim ini berganti nama menjadi Etihad Stadium. Sejak itulah, ManCity mulai mengganggu kenyamanan Manchester United. Namun hingga 2009, Ferguson tampaknya masih menempatkan The Citizens hanya sebagai ‘lalat kecil’.

Bahkan Ferguson menyebut tim besutan Roberto Mancini itu hanya sebagai ‘tetangga yang berisik’. Namun Fergie pantas mulai dibuat was-was dengan sepak terjang The Citizens meski di 2010, MU masih dominan dengan menekuk The Citizens di dua leg semifinal Piala Carling 2010.

Namun ManCity terus menghadirkan teror. Dan tahun lalu, Ferguson mendapat tamparan pertama dari kubu ManCity di ajang FA Cup. Dimotori Carlos Tevez yang ikut memanaskan permusuhan setelah menyeberang dari MU, ManCity sukses menekuk Stoke City di partai final setelah sebelumnya membungkam MU di semifinal dengan skor 1-0 lewat gol semata wayang Yaya Toure.
Dan musim ini, MU juga tampak kalah mengkilap dari ManCity. Akankah musim ini menjadi akhir dari hegemoni panjang MU atas saudara mudanya itu? (sumber:vivanews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s