MANFAAT INVESTASI EMAS ATAU LOGAM MULIA Faktor Yang Menghambat nilai Investasi Pada Emas

Emas adalah logam mulia yang beberapa bulan kebelakang menjadi incaran para investor, karena mempunyai pluktuasi harga yang relatif stabil, banyak orang berburu dan mengalihkan investasinya ke logam mulia ini, tapi bagaimanapun pengaruh pergolakan ekonomi yang terus mengahatam belahan Eropa, harga emaspun sempat mengalami lonjakan penurunan dan kenaikan yang sangat signifikan.
Periset dan analis PT Monex Investindo Futures Daru Wibisono mengatakan, selain safe haven, emas juga masuk kategori hard commodity. Menurutnya, emas termasuk dalam 3 produk investasi dunia yang berbau risiko seperti saham dan valuta. Karena itu, dalam kondisi tertentu, emas memberikan keuntungan yang cukup besar tapi risikonya pun besar.
Ia menegaskan, harga emas akan terpengaruh oleh berita-berita fundamental seperti GDP (Gross Domestic Product), inflasi, tingkat pengangguran, indeks kepercayaan konsumen dan rumor pasar. “Faktor-faktor itulah, yang bisa jadi penghambat rally emas pada 2012,” katanya kepada INILAH.COM, baru-baru ini.
Saat ini, lanjutnya, yang bisa menghambat penguatan harga emas adalah krisis ekonomi yang bersifat global. “Meski saat krisis orang lari ke emas sebagai safe haven, tapi perlu diingat, emas juga merupakan produk komoditas,” tandas Daru.
Hanya saja, pengaruh dari sisi ini (emas sebagai produk komoditas) relatif kecil dibandingkan faktor lain. Tapi, secara fundamental, investor dihadapkan pada isu perlambatan ekonomi global yang diekspektasikan bisa mengurangi demand terhadap emas.
Ekspektasi itu muncul, diawali Gross Domestic Product (GDP) China pada kuartal III-2011 yang turun ke 9,1% dari sebelumnya 9,5%. PDB Eropa juga turun jadi 1,4% dari 1,6%. Begitu juga dengan pertumbuhan AS yang turun jadi 2% dari 2,5%.
Kondisi itu, diperparah dengan indeks kepercayaan konsumen dari Jerman yang mewakili Eropa juga turun drastis ke -55,2 dari -48,3. Begitu juga dengan indeks konsumen AS Oktober 2011 yang turun ke 39,8 dari bulan sebelumnya 46,4.
Namun demikian, Daru menyarankan, agar investor tak perlu khawatir. Pasalnya, dalam sejarah harga emas tidak pernah turun tajam. Penurunan harga, lanjut Daru, hanya merupakan koreksi minor setelah naik signifikan.
Apalagi, kata Daru, dalam sejarahnya, emas hanya mengalami satu kali penurunan di mana harganya lebih rendah dari tahun sebelumnya. Ia memaparkan, pada 1980, harga emas sempat menjulang hingga US$835 per troy ounce dan turun tajam hingga level US$481,50 dalam jangka 2-3 bulan di tahun yang sama.
Lalu, emas masih melanjutkan pelemahan hingga 1982 ke level US$296,75. Sejak 1982, tegas Daru, secara bertahap, emas merambat naik hingga 2008 mencapai US$835. Artinya, emas kembali ke level tersebut dalam 28 tahun sejak 1980. “Jadi, penurunan emas yang tajam hanya terjadi sekali pada 1982 dan tahun-tahun setelahnya terus mengalami kenaikan,” tandas Daru.
Memang, Daru mengakui, pada 2008 emas sempat turun saat lembaga keuangan Lehman Brothers dinyatakan bangkrut. Awal 2007 emas di level US$636,80 naik hingga US$1.030,80 per troy ounce pada 2008.
Lalu, emas mengalami penurunan yang tajam pada tahun yang sama pada Oktober hingga mencapai level US$680,80 per troy ounce. Tapi, angka ini masih lebih tinggi dari harga pembukaan 2007 di level US$636. “Setelah Oktober 2008, emas terus rally hingga mencapai level tertingginya sepanjang sejarah US$1.920 pertroy ounce pada September 2011,” imbuhnya (sumber:inilah.com)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s