GADIS BUTA,TULI, BISU YANG BISA MENGEMPARKAN DUNIA

Dialah simbol dari hikmah ketekunan, kegigihan, dan kesabaran dalam mengarungi rumitnya hidup di awal abad 19. Pada suatu kesempatan dia pernah berpesan, “Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka; tetapi kerap kali kita menatap begitu lama pada pintu yang tertutup sehingga kita tidak melihat pintu yang lain telah terbuka untuk kita.”
Setiap orang lahir bersama kekurangan dan kelemahan. Namun jika kekurangan itu dalam bentuk fisik maka dibutuhkan perjuangan khusus untuk menembus dimensi keterbatasan. Dan tak banyak orang yang mampu melewati ujian itu.
Dalam QS Al Baqarah 216 sudah nyata apa yang dikehendai Allah untuk setiap makhluk-Nya, “Wa ‘asaa an takrahuu syai-aw wa huwa khairul lakum wa ‘asaa an tu hibbuu syai-aw wa huwa syarrul lakum ” – Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia lebih baik bagimu dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu padahal ia buruk bagimu.”
Adalah Helen Keller, seperti yang pembaca ketahui, ia dilahirkan 131 tahun yang lalu di Tuscumbia-sebuah kota kecil di barat laut Alabama. Dalam usia 2 tahun ia telah terserang sebuah penyakit yang membuatnya buta-tuli-bisu. Kecacatan fisiknya mampu menembus keterbatasan fungsi fisiknya, berkat usaha keras dan dukungan dari lingkungannya.
Dalam usianya yang masih 20 tahun, Helen berhasil membuat dunia tercengang dengan prestasinya yang luar biasa. Dia menjadi gadis buta-tuli-bisu pertama yang diterima di Radcliffe College-sebuah perguruan tinggi khusus  untuk perempuan di lingkungan Universitas Harvard, dan menerbitkan buku pertamanya yang sedang saya ulas ini berjudul the Story of My life (rating penjualannya melebihi  The Da Vinci Code dan Harry Potter yang fenomenal itu lho).
Berselang sehari setelah ulang tahunnya yang ke-24, Helen berhasil meraih gelar diploma, sesuatu yang belum pernah diterima orang lain seperti dirinya kala itu.  Menginjak 30 tahun, Helen mulai belajar olah vokal untuk memperkuat urat vokalnya agar suaranya bisa didengarkan dalam ruangan kuliah. Hasilnya sungguh menakjubkan karena pada tanggal 13 Februari 1913 Hellen menyampaikan pidato pertamanya di depan publik di Montchair, New Jersey, dan dari sanalah karirnya sebagai pembicara publik selama berpuluh-puluh tahun kemudian bermula.
Betatapun, segala pencapaian Helen kala itu, bukan semata karena usaha sepihak darinya, terutama dari Sang guru sejatinya Anne Sullivan. Helen selalu menegaskan betapa pentingnya peran sang guru dalam perjalanan hidupnya, dan dia sangat bersyukur akan hal itu.
Helen seharusnya menjadi cermin untuk pemimpin bangsa kita saat ini, bagaimana semestinya memperlakukan manusia. Tidak melakukan diskriminasi bagi mereka yang memiliki keterbatasan fisik, terutama dalam pemenuhan kebutuhan lapangan pekerjaan. Semoga apa yang telah diperjuangkan Helen senantiasa menjadi inspirasi dan terus digemakan sepanjang masa.
“Yang terbaik dan terindah dalam hidup ini tak bisa dilihat atau diraba, tetapi harus dirasakan dengan hati
Manakala kita berusaha sebaik yang kita bisa, kita tak pernah menduga keajaiban apa yang akan terjadi dalam hidup” (Helen Keller)
Dan semoga kita yang diberikan kesempurnaan oleh Allah menjadi manusia yang tidak mudah putus asa dan semakin memperkuat iman agar menjadi hamba-hamba yang bertaqwa. Amin
“…Allah memberikan hikmah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barang siapa yang diberi hikmah, maka sungguh telah diberi kebajikan yang banyak. Dan tidak ada yang dapat mengambil pelajaran melainkan orang – orang yang berakal.” (Al Baqarah 269)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s