ANGGARAN UNTUK BBM MEMBENGKAK SEBESAR 160 TRILIUN Belum Termasuk BBM Bersubsidi

Pemerintah akan membayar pembengkakan anggaran subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) mencapai Rp168 triliun pada tahun ini (sebelumnya diberitakan Rp160 triliun). 

Namun angka ini belum memperhitungkan kelebihan anggaran kuota untuk BBM bersubsidi pada 2011 sebesar 1,5 juta kilo liter, yang akan dibayarkan pemerintah pada tahun 2012 mendatang.

Menurut Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, kelebihan anggaran pada tahun ini disebabkan oleh perubahan harga minyak mentah Indonesia yang mencapai US$ 110 per barrel.

“Rata-rata jatuhnya di US$ 110-111 selama setahun. Padahal dibandingkan tahun 2008 juga pernah sampai US$ 117, tapi kan rata-ratanya (setahun) cuma US$ 99. Jadi BBM bersubsidi itu secara pagu nilai, bukan volume ya, itu ada kelebihan,” ujarnya saat ditemui dikantornya, Jakarta, Rabu 13 Desember 2011.

Terkait anggaran dari lebihnya kuota BBM bersubsidi, lanjutnya, akan dibayarkan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2012. “Kita perkirakan itu (kuota BBM bersubsidi) bisa sampai 41,9 juta kilo liter dari (pagu) 40,4 juta kilo liter,” tuturnya.

Sumber pembengkakan anggaran subsidi BBM selain disebabkan oleh peningkatan harga ICP juga maraknya praktik penyeludupan sehingga kuota BBM menjadi jebol. Oleh karena itu upaya pengendalian terus dikedepankan pemerintah serta program konversi BBM menjadi gas agar direalisasikan.

“Pengendalian yang harusnya bisa dilakukan dengan lebih baik supaya jangan terjadi penggunaan yang tidak perlu bahkan ada penyelundupan. Kemarin malam DJBC tangkap 5300 ton, dua kapal membawa BBM untuk diselundupkan ke luar,” terangnya.

Pada sisi listrik, Agus menambahkan bahwa terdapat biaya kelebihan anggaran yang turut akan dibayarkan pada APBN-P 2012 yakni sebesar Rp7 triliun. Sedangkan kelebihan anggaran sebesar Rp91 triliun, sudah termasuk Rp4,5 triliun beban dari 2009, tetap akan dibayarkan pada tahun ini.

“Sedangkan kelebihan akan kita lakukan audit dan diajukan dalam APBN-P 2012,” imbuhnya.

Penyebab kenaikan anggaran listrik ini, kata Agus, disebabkan perubahan harga ICP dari asumsi. Kemudian, molornya pembangunan proyek 10.000 MW sehingga produksi listrik tetap menggunakan BBM. Terakhir, terus terulurnya rencana konversi bahan baku produksi listrik menjadi mix gas.

“Yang lain tentu seperti efiseinsi, kurangi loses, dan lain-lain,” ujarnya.(sumber:Vivanews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s