ADA ADA AJA: SEORANG ULAMA EROPA DIKRITIK,Wanita Dilarang Memegang Pisang

Pandangan seorang ulama di Eropa yang melarang wanita memegang mentimun dan pisang menuai kontroversi. Kepala Kementerian Urusan Keagamaan Mesir Sheikh Gaber Taye Youssef menilai pandangan ulama tersebut tidak benar.

Seperti dikutip el-Sawsana, seorang ulama di Eropa yang tidak disebutkan namanya mengatakan wanita seharusnya tidak mendekati ataupun memegang mentimun dan pisang. Menurut ulama tersebut buah-buahan dan sayuran itu menyerupai penis pria dan bisa merangsang wanita untuk memikirkan soal seks.

Menanggapi berita tersebut, Youssef meragukan ulama tersebut layak mengeluarkan pendapat seperti itu. “Itu omong kosong. Pembicaraan itu tidak masuk akal dan tidak punya dasar atau hubungan dengan Islam ataupun sistem kepercayaan di Islam,” kata Youssef seperti dikutip situs Bikyamasr, Ahad, 11 Desember 2011.

“Saya rasa tidak akan ada ulama atau sheikh yang belajar di Al-Azhar atau sekolah dan institusi terhormat lainnya mengeluarkan pendapat seperti itu bahkan mengeluarkannya sebagai fatwa untuk umat,” ujar Youssef.

Soal pendapat ulama itu sendiri, Youssef mengatakan, “Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, ‘Makan dan minumlah dari apa yang telah Kami berikan kepadamu.’ Dan pendapat seperti itu tidak ada dasarnya dalam Islam ataupun dalam cara pandang kami.”

“Setiap orang bertanggung jawab atas ucapan mereka di depan Allah SWT, lalu di depan masyarakat. Dan orang itu bertanggung jawab atas apa yang dia ucapkan,” ucap Youssef.

Berita soal larangan wanita memegang pisang dan mentimun juga menuai kritik dari masyarakat umum. Sebagian besar menganggap sheikh tersebut hanya mencari popularitas.

Menurut Youssef, ulama yang bertugas di masjid-masjid di luar Mesir biasanya diseleksi dengan ketat. Hal tersebut dilakukan Kementerian Urusan Agama serta Al-Azhar untuk memastikan mereka mengirim orang yang tepat dalam menunaikan tugas mulia mereka. “Saya tidak tahu bagaimana ulama seperti itu terpilih bahkan berkesempatan berbicara dengan orang-orang,” kata Youssef.

Youssef sempat tinggal di Kanada dan Spanyol. Menurut Youssef, masyarakat di Kanada dan Spanyol sangat menghargai Islam dan tidak pernah menghiraukan pendapat-pendapat ekstrem ataupun aneh seperti itu.

Dengan berseloroh, Youssef menduga ulama yang menyatakan pendapat tersebut terpilih dari “jalan”. (sumber:kompas.co)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s