PEMERINTAH KECEWA RIM PRODUSEN BLACK BERRY BARU MEMENUHI 3 dari 4 Permentiaan Pemerintah Indonesia

Indonesia merupakan pasar terbesar bagi BlackBerry. Karena itu pihak Research in Motion sebagai produsen BlackBerry pernah diminta untuk memenuhi sejumlah permintaan Indonesia, untuk melangsungkan keberadaan BlackBerry di Indonesia.

Berdasarkan permintaan Komisi I DPR RI dengan pejabat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, dan sejumlah provider, RIM diminta untuk memenuhi sejumlah kewajiban. Antara lain membangun pusat layanan purna-jual, memfasilitasi penyadapan sesuai hukum yang berlaku di Indonesia, memblokir konten negatif seperti pornografi, serta membangun Regional Network Aggregator.

Hari ini, RIM pun menjelaskan langkah yang telah dilakukannya kepada Kementerian Kominfo, BRTI, serta provider di Indonesia. Dalam pertemuan ini, RIM diwakili Jason Saunderson, Director for Government Relations. RIM kemudian menjelaskan perkembangan yang telah dilakukan.

Pertama, untuk masalah filtering konten pornografi RIM mengatakan sudah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Kedua, mengenai kerja sama dengan aparat penegak hukum dalam upaya penyadapan (lawful interception), RIM mengaku telah melakukan koordinasi intensif dengan institusi terkait. 
“Hanya saja, mengingat itu sifatnya rahasia tidak dapat diungkap ruang lingkup kerjasamanya antara RIM dengan aparat penegak hukum, maka masalah itu dapat ditanyakan langsung kepada pihak institusi aparat penegak hukum yang ada,” kata Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo, Gatot S. Dewa Broto, dalam keterangan tertulisnya.

Ketiga, mengenai komitmen pembangunan 40 layanan purna jual, RIM menyatakan sudah membangun setingkat repairing center di Sunter, Jakarta Utara, dan Surabata. Untuk layanan setingkat customer service center, yang melekat pada masing-masing penyelenggara telekomunikasi yang bekerja-sama dengan RIM yaitu sebanyak 65 lokasi di beberapa daerah di Indonesia.

Keempat, mengenai pembangunan network aggregator, RIM mengaku sudah membangun dan memfungsikannya sejak bulan Juli 2011 tetapi bukan di Indonesia, melainkan di Singapura. Tapi itupun bukan setingkat network aggregator, melainkan hanya router. 

Terhadap masalah ini, Kementerian Kominfo dan BRTI menyampaikan kekecewaan. Karena yang diharapkan adalah dibangun di Indonesia dan harus setingkat network aggregator.  

Karena itu, Kementerian KOminfo dan BRTI memberikan catatan kekecewaan mengenai belum dibangunnya network aggregator. 

Selain itu, Kementerian Kominfo dan BRTI juga menyampaikan kekecewaannya terhadap peristiwa rusuhnya antrean saat peluncuran BlackBerry Bellagio di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kementerian Kominfo dan BRTI sangat berharap agar RIM berhati-hati untuk melakukan aktivitas promosi apapun di Indonesia dengan tetap mengindahkan aturan dan norma sosial yang ada mengingat potensi pasar perangkat telekomunikasi di Indonesia cukup tinggi,” jelas Gatot. (sumber:vivanews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s