KILAS BALIK 2011: Wilayah Indonesia Terkena Wabah Ulat Bulu

Pada tahun 2011, berbagai wilayah di Indonesia terkena bencana berupa wabah ulat bulu. Dalam jumlah besar mereka memenuhi tanaman dan pepohonan di Probolinggo, Malang, Denpasar, Pasuruan, Jombang, Bandung, Yogyakarta, sampai Bekasi.
Ulat bulu merusak tanaman dan berpotensi menyebabkan gatal-gatal pada manusia. Langkah pembasmian menggunakan pestisida pun kemudian dilakukan. Padahal ini ternyata menimbulkan efek samping, karena dianggap sebagai langkah instan dan kurang tepat dalam jangka panjang untuk mengatasi wabah ulat bulu.

Penyebab kemunculan ulat bulu ternyata berhubungan dengan kelestarian alam. ProFauna Indonesia menyebutkan, perburuan liar yang dilakukan secara besar-besaran terhadap burung liar (sebagai komoditas perdagangan) menjadikan populasi pemakan ulat ini menurun. Alhasil, ulat-ulat tersebut bisa berkembangbiak dengan leluasa karena musuh utamanya sudah tidak ada.

Selain karena berkurangnya predator yang memakan ulat bulu, peningkatan rata-rata suhu udara juga ikut berpengaruh. Siklus hidup dan berkembangbiaknya ulat bulu menjadi lebih cepat akibat udara hangat. Ini kata pakar hama dan penyakit tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gajah Mada, Suputa.

Ia juga menyebut bahwa wabah ulat bulu bukanlah kejadian pertama, tapi ini yang paling mencolok karena hamanya terlihat jelas. Sebelumnya, malah tanaman cabai se-Jawa layu menguning akibat serangan hama tanaman.(sumber:yahoonews)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s