Inilah Kesepakatan Indonesia-As Dalam Bidang Saintek

Di bawah kemitraan komprehensif Amerika Serikat dan Indonesia, kedua negara akan menggunakan sains dan tekno (S&T), untuk mendorong inovasi dan merespon tantangan global.

Seperti dilansir melalui keterangan resmi kedutaan besar AS, Senin (21/11/2011), Perjanjian kerjasama sains dan tekno AS dan Indonesia sudah mulai berlaku tahun ini. Kolaborasi S&T ini mencakup sejumlah inisiatif baru dan program yang sedang berlangsung, yaitu:

1.Mengembangkan Enterprise ilmu pengetahuan Indonesia. AS dan Inodonesia akan meluncurkan dialog tingkat tinggi baru pada 2012, untuk meningkatkan penelitian bersama dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

Selain itu, AS juga akan meluncurkan USD600, program pembangunan sains untuk memperkuat kemampuan ilmuwan Indonesia untuk mendapatkan penghargaan penelitian kompetitif, meningkatkan proses ‘peer review’ dan meningkatkan publikasi ilmiah Indonesia. Tidak hanya itu, kolaborasi itu akan meluncurkan program, yaitu AS akan menyediakan USD1 juta sebagai pendanaan baru untuk mendukung penelitian kolaboratif ilmuwan AS dan Indonesia.

2. Memupuk Generasi berikutnya. Utusan sains AS untuk Indonesia, Dr.Bruce Albert akan meluncurkan program Frontiers of Science tahun ini, yang dirancang untuk mendorong kolaborasi ilmiah antara generasi pemimpin sains berikutnya dari Indonesia dan AS.

Di bawah program AS-Indonesian University Partnerships, USAID saat ini mendukung pertukaran mahasiswa, sarjana dan lembaga di kedua negara dalam konservasi laut dan biotekbologi, tanaman asli dan keamanan pangan, kesehatan masyarakat, dan adaptasi perubahan iklim.

3. Menanggapi tantangan Global. AS memberikan dukungan USD6,9 juta dengan mecocokkan dana dari Norwegia, untuk Indonesia Climate Changer Center (ICCC) yang baru dan akan fokus pada pemetaan dan pemantauan karbon yang kaya lahan gambut serta hutan tropis dengan keahlian US Forest Servece.

4. Melindungi Samudra. US National Oceanis and Atmospheric Administration bekerja secara aktif dengan para ilmuwan laut Indonesia, sebagai upaya penelitian dan pengembangan kapasitas termasuk sistem pengembangan deteksi dini tsunami.

Termasuk menyebarkan instrumen laut yang memungkinkan para ilmuwan untuk memprediksi perubahan jangka panjang perubahan iklim, menjelajahi habitat laut yang belum dipetakan dan mengantisipasi serta memantau wabah dari racun berbahaya, yang mempengaruhi sumber-sumber makanan kita. (sumber:okezone)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s