Masihkah Ada Kartel di Perbankan?

Saat ini diyakini tidak akan ada kartel suku bunga industri perbankan setelah SBDK atau prime landing rate diberlakukan beberapa bulan lalu. Apa alasannya? Dwitya Putra
Jakarta–Setelah enam bulan lebih atau tepatnya 31 Maret 2011 diberlakukannya transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) atau prime lending rate, kabar dugaan kartel muncul lagi di beberapa kalangan pelaku industri.
Menanggapi hal tersebut, Direktur Commercial & Business Banking Bank Mandiri Sunarso, membantah jika di perbankan saat ini telah terjadi kartel.

“Itu sudah ketentuan dari BI. Kecuali kecendruangan penetapannya sama. Saat ini yang diumumkan range-nya jauh dan ada yang 13% dan 9%,” kata Sunarso, kepada wartawan, di Jakarta, Jumat, 21 Oktober 2011.
Menurutnya, kartel bisa muncul apabila beberapa bank melakukan kesepakatan dan menyeragamkan suku bunga di level tertentu. Namun, tambahnya, saat ini hal tersebut tidak terjadi.
“Tapi kita melihat tidak sama, artinya setiap bank memiliki tingkat efisiensi berbeda-beda yang tercermin dalam bank-bank,” ujarnya.
Sunarso menambahkan, saat ini dari variasinya SBDK yang diumumkan masing-masing bank itu mencerminkan di antara bank itu tidak ada hal-hal yang sifatnya melakukan penyeragaman.
“Kalau bunga dimasyarakatkan relatif sama, kemudian masuk kepada sistem bank (tresurry bank) kemudian didalam bank ada over headcost (biaya operasional bank) yang berbeda-beda. Jadi kalau dibilang kartel, apakah semua bisa menyamakan overhead cost-nya,” pungkas Sunarso (sumber: infobank)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s